Oto.web.id - VW

Mobil Jerman yang Legendaris

Oto.web.id - Ford

Mobil dan Truk dari Amerika ini, hingga tahun 70 an masih menguasai pasar Mobil di Indonesia

Oto.web.id - Mazda

Sempat menguasai pasar Mobil kecil di Indonesia

Oto.web.id - Hyundai

Mobil Korea yang sempat menguasai pasar Amerika

Oto.web.id - Chevrolet

Bersama dengan Ford saat menguasai pasar Mobil di Indonesia

Otomotif Indonesia Menyambut Kehadiran AMMDes

Banten, (OTO) - Saat membuka pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show 2018 di ICE BSD City hari ini, Kamis, 2 Agustus 2018, Presiden Joko Widodo menyambut baik kehadiran kendaraan pedesaan yang bernama Angkutan Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes). Kendaraan multiguna karya anak bangsa tersebut dirancang untuk meningkatkan produktivitas perekonomian masyarakat di pedesaan.

"Saya menyambut baik AMMDes, Angkutan Mekanis Multiguna Pedesaan, yang hari ini akan kita luncurkan," ujar Presiden.

Kehadiran kendaraan pedesaan ini juga akan memberikan efek berganda pada industri lain. Setidaknya, terdapat 70 industri komponen dari dalam negeri yang terlibat dalam produksi kendaraan pedesaan ini.

"Ini satu jenis kendaraan tetapi kaitan dengan industri hulunya sangat banyak. Dilaporkan lebih dari 70 industri komponen dalam negeri siap jadi pemasok komponen AMMDes ini," ucapnya.

Pada dasarnya AMMDes ini berfungsi sebagai alat transportasi dan pengangkut yang dapat dipadukan dengan berbagai alat pengolahan pascapanen. Selain itu, kendaraan ini juga dapat dipadukan dengan beberapa alat penunjang keperluan seperti genset untuk penerangan, alat penggiling padi, dan pompa air untuk irigasi sawah pedesaan dengan menempatkan komponen-komponen itu di bak belakang kendaraan.

Usai secara resmi membuka pameran itu, Kepala Negara langsung menuju stan di mana kendaraan multiguna itu dipamerkan dan sempat menaiki salah satu AMMDes yang dipamerkan.

"Selain untuk meningkatkan produksi dan produktivitas yang ada di desa-desa, ini juga bisa menyelesaikan banyak masalah yang ada di desa baik yang berupa air, mobilitas, _dryer_, dan penggilingan padi dalam bentuk yang kecil sehingga mobilitas di sawah dan desa bisa lebih baik lagi," kata Presiden mengomentari kendaraan pedesaan itu.

Pengembangan AMMDes ini sebelumnya telah dipantau sejak jauh hari oleh Presiden Joko Widodo. Saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, pada September 2017, Presiden sempat menyambangi pabrik Kiat Motor yang telah dikenal melalui produk Esemka. Di sana, Presiden menyaksikan langsung pengembangan kendaraan pedesaan yang kala itu masih bernama Mahesa.
"Tugas pemerintah memberikan dorongan agar gagasan seperti ini bisa masuk ke pasar," ujar Presiden saat itu.

Jakarta, 2 Agustus 2018, Sumber : Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden

Dashboard Mobil Anda bisa jadi Penyebab Kanker Keluarga Anda

Sebelum mengemudi mobil, silahkan membuka semua kaca terlebih dahulu.

Lalu baru menyalakan AC selama beberapa menit, kemudian baru boleh ditutup kaca" mobil yang tadi dibuka.

Langka tersebut untuk menghindari tingkat Benzema di dalam mobil. Sebab tingkat Benzene di dalam ruangan yang dapat ditoleransi hanya sebesar 50mg/ft2.

Benzene adalah racun yang mempengaruhi ginjal dan hati. Sayangnya, tubuh kita sangat sulit untuk menetralisir racun tersebut.

Sementara, sebuah mobil yang diparkir di dalam ruangan, dengan jendela tertutup, akan mengandung 400 - 800 mg Benzene.

Jika mobil diparkir di luar ruangan dibawah sinar matahari pada  15 derajat ke atas, maka tingkat Benzene naik hingga 2000 - 4000 mg, atau 40x dari tingkat Benzene yang dapat ditoleransi oleh tubuh kita.

Dari manakah asal Benzene ada di mobil kita?

Dashboard Mobil, Sofa, Pengharum Mobil, dapat menghasilkan Benzene, racun penyebab kanker (Karsinogen)

Selain menyebabkan Kanker, Banzene juga meracuni tulang-tulang kita, yang dapat menyebabkan Anemia danenurunkan jumlah Sel. Darah Putih.

Bila terhirup terus-menerus dalam jangka waktu yang lama, maka dapat menyebabkan Leukimia.

Jadi tidak heran, jika semakin banyak orang meninggal, karena kanker...

Tidak ada salahnya, luangkan waktu, untuk membuka kaca beberapa saat, dan menyalahkan AC, sebelum Anda berkendara...

Sumber : WarataWATerkini.web.id
Foto : Istimewa

Motor Jawa dari Ceko

Jawa 500cc (Source Foto)
Bekasi, (OTO Indonesia) - Jawa Motor adalah sebuah pabrik kendaraan bermotor yang dirintis di Ceko pada tahun 1929.

Berawal dari pabrik otomotif Jerman yang terpuruk, karena situasi ekonomi dunia sedang hancur kala itu, sehingga banyak pabrik otomotif yang baru berkembang terpaksa terancam bangkrut. 

Termasuk pula Wanderer, sebuah pabrik otomotif asal Jerman, yang baru saja meluncurkan motor new Wanderer 500 cc, akhirnya diakuisisi oleh Frantisek Janecek yang sebelumnya sudah sukses dengan industri bernama Kolben Company. 

Janecek ketika sedang memiliki dana untuk investasi, akhirnya memilih mengakuisisi Wanderer, yang direncanakan untuk dapat menyaingi penjualan BMW kala itu. Dengan diakuisisinya Wanderer, maka Janecek mengkombinasikan namanya dengan Wanderer untuk merek motornya - JAWA dari singkatan nama JAnecek dan Wanderer..

Setelah berhasil mengakuisisi Wanderer pada tahun 1929, maka Janecek menrubah nama motor Wanderer yang sudah ada sebelumnya, menjadi JAWA 500 cc, yang kala itu seudah dilengkapi dengan mesin OHV 500 cc dengan power 12 kW atau 18 hp,merupakan motor yang powerful pada masanya. Dengan konsumsi BBM + 15 km/liter. Melihat mewahnya motor tersebut, dimana harganya pun sangat tidak terjangkau, sehingga sulit masuk ke pasaran massal, maka akhirnya JAWA 500 cc diberhentikan produksinya.

Menyadari perekonomian dunia yang sedang krisis kala itu, maka JAWA coba untuk menjawabnya dengan mengeluarkan varian JAWA 175, dengan tenaga 3,6 kW atau 5 hp, dengan kecepatan maksimum mencapai 80 km/h. Hal ini dikarenakan bobot motor 175 cc ini cukup ringan, hanya + 70kg. Dengan harga yang terjangkau, dan efisien, maka tidak mengherankan jika JAWA 175 menuai sukses. Tercatat selama penjualannya, JAWA 175 terjual sebanyak 27.535 unit, pada tahun 1930an.

Setelah Janecek tutup usia pada tahun 1940, JAWA pun tidak sesukses kala Janecek masih memimpin perusahaan tersebut. 

Penerus Janecek tetap terus berusaha dengan mengelurkan berbagai macam varian motor. Seperti JAWA 350 Ogar, JAWA 500 OHC, hingga motor 2-stroke yang berkubikasi 250/350 cc. Bahkan, JAWA semakin sukses dengan membuat motor hingga kubikasi 1000 cc lebih, dan melebarkan sayap dengan cara join dengan pabrikan lain. (SSM)

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More