Oto.web.id - VW

Mobil Jerman yang Legendaris

Oto.web.id - Pajero Sport

Mitsubishi di pasar Mobil Indonesia

Oto.web.id - Mazda

Sempat menguasai pasar Mobil kecil di Indonesia

Oto.web.id - Fuso Canter

Truk Mitsubishi sangat digemari oleh Penggunanya

Oto.web.id - Xpander Limited

Xpander merebut pasar mobil sekelasnya di Indonesia

"Janitraloka Sirkuit" Hasil Swadaya Masyarakat

Test Drive oleh Pembalap
Subang (OTO) - Janitraloka sirkuit merupakan sirkuit yang dibangun di sebuah Dusun di bilangan Kec. Pabuaran, Kab. Subang, dengan mengedepankan konsep "Grasstrack combine local content" (Motocross yang Berkearifan Lokal)

Sirkuit ini berlokasi di tanah milik dusun, dan merupakan sirkuit perdana yang berlokasi di Desa Pringkasap,

Penggagas melihat tanah/lokasi ini jika di kelola secara profesional akan memberikan nilai lebih, khususnya untuk dusun terkait,  karena akan menimbulkan geliat ekonomi untuk masyarakat setempat, dan mengarahkan hal positif untuk segmen pemuda, serta berharap akan melahirkan joki, dan pelaku yang handal dalam bidang motocross.

Akhirnya gagasan tersebut direalisasikan dengan skema bagi hasil, antara Pengelola (founding father/penggagas), Dusun dan Karang Taruna setempat,

Selintas skema ini terlihat seperti crowded funding, share yang dilakukan terhadap Dusun berbentuk fasilitas dan atau hal yang bersifat perbaikan untuk dusun, seperti perbaikan jalan,lampu penerangan dll. Share ini akan dilakukan oleh Karang Taruna, karena parallel dengan proses pembangunan sirkuit,

Penggagas yang pernah berkecimpung dalam bidang paving/concrete juga bersama dengan Karang Taruna  membuat moulding paving block untuk memproduksi paving secara swadaya, sehingga flow akan terus berputar diantara Karang Taruna dan Dusun.

Selain itu, dengan planning race & ecowisata, yang berada di sekitar sirkuit, juga akan di bentuk kantong-kantong pariwisata, khususnya agriculture.Mengingat lokasi sangat bersentuhan dengan kawasan pertanian, khususnya sawah/padi sehingga kesan grasstrack yang bising, dan berdebu akan lebih balance dengan adanya kegiatan wisata agri.

Imam Khoerul (Kacamata Hitam) Penggagas, dan Rohmat (Kaos Hitam) Mekanik
Penggagas memberikan nama sirkuit "Janitraloka" yang jika di artikan adalah "tempat yang berderajat tinggi". Filosofi dari nama tersebut adalah, harapan untuk meningkatan derajat baik dari sisi skill maupun ekonomis.

Dalam beberapa waktu ini, pengelola sekaligus penggagas telah melakukan approach terhadap user,  baik komunitas grasstrack, maupun siswa sekolah, yang diharapkan dapat  ikut serta berkecimpung untuk diberikan couching clinic, untuk mengemudikan sepeda motor, beserta kelengkapan berkendara.

Program ini diharapakan akan memberikan peningkatan kesadaran terhadap keamanan saat berkendara.

Penggagas juga sudah mulai melakukan pendekatan terhadap calon sponsor, dan investor untuk terus memberikan pengembangan. Untuk selanjutnya, Penggagas berharap, bahwa  program kegiatan ini, akan dapat dilirik oleh para stakeholder terkait. (EW)


Xpander Limited

Xpander Limited
Harga : 276.600.000,- (OTR)
WA :  0838-1947-2057
Harga kendaraan tidak mengikat, sewaktu-waktu dapat berubah tanpa pemberitahuan terlebih dahulu
BBN belum termasuk pajak Progresif

Ikhtisar

Interior
Harga : 276.600.000,- (OTR)
WA :  0838-1947-2057
Harga kendaraan tidak mengikat, sewaktu-waktu dapat berubah tanpa pemberitahuan terlebih dahulu
BBN belum termasuk pajak Progresif

Otomotif Indonesia Menyambut Kehadiran AMMDes

Banten, (OTO) - Saat membuka pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show 2018 di ICE BSD City hari ini, Kamis, 2 Agustus 2018, Presiden Joko Widodo menyambut baik kehadiran kendaraan pedesaan yang bernama Angkutan Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes). Kendaraan multiguna karya anak bangsa tersebut dirancang untuk meningkatkan produktivitas perekonomian masyarakat di pedesaan.

"Saya menyambut baik AMMDes, Angkutan Mekanis Multiguna Pedesaan, yang hari ini akan kita luncurkan," ujar Presiden.

Kehadiran kendaraan pedesaan ini juga akan memberikan efek berganda pada industri lain. Setidaknya, terdapat 70 industri komponen dari dalam negeri yang terlibat dalam produksi kendaraan pedesaan ini.

"Ini satu jenis kendaraan tetapi kaitan dengan industri hulunya sangat banyak. Dilaporkan lebih dari 70 industri komponen dalam negeri siap jadi pemasok komponen AMMDes ini," ucapnya.

Pada dasarnya AMMDes ini berfungsi sebagai alat transportasi dan pengangkut yang dapat dipadukan dengan berbagai alat pengolahan pascapanen. Selain itu, kendaraan ini juga dapat dipadukan dengan beberapa alat penunjang keperluan seperti genset untuk penerangan, alat penggiling padi, dan pompa air untuk irigasi sawah pedesaan dengan menempatkan komponen-komponen itu di bak belakang kendaraan.

Usai secara resmi membuka pameran itu, Kepala Negara langsung menuju stan di mana kendaraan multiguna itu dipamerkan dan sempat menaiki salah satu AMMDes yang dipamerkan.

"Selain untuk meningkatkan produksi dan produktivitas yang ada di desa-desa, ini juga bisa menyelesaikan banyak masalah yang ada di desa baik yang berupa air, mobilitas, _dryer_, dan penggilingan padi dalam bentuk yang kecil sehingga mobilitas di sawah dan desa bisa lebih baik lagi," kata Presiden mengomentari kendaraan pedesaan itu.

Pengembangan AMMDes ini sebelumnya telah dipantau sejak jauh hari oleh Presiden Joko Widodo. Saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, pada September 2017, Presiden sempat menyambangi pabrik Kiat Motor yang telah dikenal melalui produk Esemka. Di sana, Presiden menyaksikan langsung pengembangan kendaraan pedesaan yang kala itu masih bernama Mahesa.
"Tugas pemerintah memberikan dorongan agar gagasan seperti ini bisa masuk ke pasar," ujar Presiden saat itu.

Jakarta, 2 Agustus 2018, Sumber : Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More