Apa itu Rem ABS

Rem ABS (Anti-lock Braking System)
Keselamatan dalam mengendarai mobil, menjadi faktor utama saat ini, bagi kalangan pembeli kendaraan kelas menengah dan atas. Sejalan denganhal tersebut, maka para produsen mobil pun, berlomba mengembangkan sistem keamanannya. ABS (Anti-lock Braking System) sudah mulai diterapkan di  Indonesia.

Sistem kerjanya terlihat, pada saat melakukan pengereman mendadak, di kecepatan tinggi, atau pada saat hujan dimana jalan licin. Tentunya Sobat akan kesulitan jika mengerem secara mendadak. Karena biasanya roda jadi terkunci, dan mobil susah untuk dikendalikan. Sistem anti-lock braking inilah, yang akan membantu Sobat, dalam melakukan pengereman mendadak, dan membantu Sobat dalam mengendalikan mobil.

Jika mobil Sobat tidak dilengkapi dengan sistem ABS, maka dalam pengereman mendadak, dapat dipastikan keempat roda mobil Sobat akan terkunci. Hal ini justru mengakibatkan mobil tetap meluncur, dan sulit untuk dikendalikan. Secara teori, sistem ABS menghindari penguncian terhadap keempat roda, dengan roda yang tidak terkunci, mobil lebih mudah dikendalikan. Selain itu, semua ban mobil akan melakukan pengereman, sehingga dapat menghidari ban panas, dan semua ini akan membuat jarak pengereman menjadi lebih pendek, dan daya cengkram ban lebih efektif.

Sistem anti-lock breaking memiliki empat komponen utama yang saling terkait, dapat digambarkan seperti, antara lain:

  • Adanya Sensor Kecepatan yang berfungsi membaca kecepatan putaran roda, yang terdapat di setiap roda ataupun di diferensial (tergantung dari pabrik).
  • Terdapat Katup Pengereman di setiap jalur minyak rem, dan katup ini dikendalikan oleh komputer / kontroler ABS. Secara umum, katup rem memiliki tiga posisi yang berbeda.
    - Katup Posisi Satu, dengan posisi katup yang terbuka penuh, sehingga tekanan minyak rem secara penuh, langsung diteruskan ke rem.
    - Katup Posisi Dua, dengan katup yang akan menghalangi tekanan minyak rem, sehingga tekanan tidak akan diteruskan ke rem, walaupun pengemudi menekan rem.
    - Katup Posisi Tiga, dengan katup yang akan menghalangi sebagian dari tekanan minyak rem, sehingga tekanan hanya setengah yang diteruskan ke rem, walaupun pengemudi menekan rem secara penuh.
  • Pompa berfungsi mengembalikan tekanan pada jalur pengereman yang dilepaskan oleh katup ke rem.
  • Kontroler / Komputer fungsinya sebagai otak yang mengendalikan katup dan mengolah data dari sensor kecepatan.

Cara Kerja Rem ABS Mobil
Sensor kecepatan membaca kecepatan mobil setiap saat, lalu menyampaikan data kecepatan tersebut ke pada kontroler. Untuk pengereman normal di kecepatan 100 kilometer perjam, akan diperlukan waktu selama 5 detik. Pada pengereman normal, tidak akan terjadi penguncian roda kendaraan. Lain halnya jika Sobat melakukan pengereman mendadak, maka roda akan terkunci. Tenggang waktu yang diperlukan untuk roda terkunci + 1 detik.

Karena kontroler telah di program, untuk dapat menghentikan kendaraan secara maksimal, terkuncinya roda saat pengereman tidak terjadi. Sebelum roda terkunci, kontroler yang telah mendapatkan data dari sensor kecepatan, akan memerintahkan katup untuk menghalangi tekanan, dengan cara mengambil katup posisi dua atau katup posisi 3, sesuai perintah dari kontroler. Setelah putaran roda terdeteksi oleh sensor kecepatan, kontroler akan memerintahkan katup mengambil posisi satu, yang membuat tekanan minyak rem kembali dan diteruskan ke rem. Cara kerja rem ABS tersebut terjadi sangat cepat, bahkan mampu melakukan 15 kali proses tersebut dalam 1 detik.

Begitulah secara umum dasar dari cara kerja rem ABS, tetapi seyogyanya setiap pabrikan memiliki sistem, dan komponen yang berbeda, sesuai dengan kemampuan performa mobil.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More