Cara Mudah Over Size Motor

Langkah awal untuk meng-oversize motor

1. Pemeriksaan Awal
Sebelum menentukan apakah mesin dapat dioversize sesuai keinginan?, maka perlu dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu. Pemeriksaan yang umum dilakukan secara visual, biasanya mekanik hanya melihat, apakah ada bekas gesekan di piston dan silindernya. Adapun pemeriksaan yang benar adalah,  dengan melakukan pengukuran dengan micrometer, dan dial gauge. Dari penglihatan visual, dan pengukuran dengan kedua alat tersebut, maka baru dapat diputuskan, seberapa jauh oversize dapat dilakukan pada mesin yang bersangkutan.

2. Menentukan ukuran oversize
Ukuran oversize blok mesin, pada umumnya adalah 25, 50 , 75 dan 100. Namun ada pula yang melakukan oversize hingga 125. Maksudnya, bila ukuran 25, artinya piston diganti dengan ukuran yang lebih besar 0,25 mm, dari ukuran piston standarnya. Misalkan ukuran piston standar 50 mm, maka piston 25, artinya ukurannya adalah 50,25mm. Lalu jika ukuran 100, artinya ukuran pistonnya dari 50mm menjadi  51mm. Setelah ditentukan ukuran oversize-nya, barulah Sobat menyiapkan piston sesuai ukuran oversize-nya.

3. Korter
Setelah Sobat sudah siap dengan ukuran piston oversize-nya, maka mekanik akan mengganti ring piston, yang sesuai dengan ukuran pistonnya. Lalu dibawa ke bengkel bubut, untuk dikorter blok mesinnya.

4. Pemasangan Piston Oversize
Setelah selesai dikorter, mekanik akan merakit piston dan ring piston yang baru, untuk dipasangkan pada blok mesin yang sudah dikorter tadi.

 

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More