Apa itu Busi

Fungsi Busi
Fungsinya untuk membakar bahan bakar, yang telah di kompres, atau telah di tekan oleh piston. Dimana pada saat bersamaan, busi akan memercikan listrik, dan membakar bensing yang semprotkan oleh karburator. Ujung busi ada dua, ujung elektrodanya berada di dalam ruang bakan, sementara ujung yang lain dihubungkan oleh kabel ke koil pengapian oleh kabel busi
Komponen Busi
Terminal
Terminal berada di bagian atas busi, terminal berfungsi menghubungkan busi dengan kabel busi

Insulator
Terbuat dari keramik yang membungkus inti elektroda yang ada di dalamnya, insulator juga berfungsi sebagai isolator terhadap arus listrik yang mengalir pada inti elektroda

Ribs
Ribs adalah lekak-lekuk (seperti sirip dalam blok mesin) yang berfungsi untuk menambah kemampuan insulator dari keramik. jika busi terdapat ribs maka jarak antara inti elektroda dengan ground akan semakin jauh dan hambatan inti besi dan ground semakin besar sehinggga tegangan tidak melompat dari inti busi ke ground di sekitar busi berada

Insulator Tip
Insulator tip adalah ujung dari insulator, yang harus tahan terhadap temperatur yang tinggi, biasanya tahan hingga 650 derajat celcius dan harus tahan dengan tegangan hingga 60.000 volt. Sementara panjang pendeknya insulator tip, tergantung dari jenis businya, apakah busi panas atau busi dingin

Seal
Befungsi agar hasil pembakaran di ruang bakar tidak bocor, dan keluar melalui ulir busi

Metal Case
Berfungsi mengunci busi ke kepala silinder (Cylinder Head), dan sebagai penghantar panas yang baik, agar panas dari busi dapat dipindahkan ke tempat lain

Center Electrode
Inti elektroda terhubung ke terminal kepala busi, melalui konektor internal yang terbungkus oleh keramik insulator. Ujung elektroda biasanya terbuat dari campuran tembaga besi, nikel, chromium, dlsb.

Side Electrode
Elektroda Samping atau Ground, terhubung dengan body, atau bagian ground kendaraan bermotor

Jenis Busi
Busi Standar
Yang dimaksud dengan busi standar adalah, busi bawaan pabrik, ujung elektroda terbuat dari nikel dan diameternya rata-rata 2.5 mm. Jarak pakai busi standar dapat mencapai 20.000 Km

Busi Platinum
Busi jenis ini biasanya digunakan oleh para pengendara touring. Ujung elektroda terbuat dari nikel dan center electrode terbuat dari bahan platinum, jadi pengaruh panas ke metal platinum lebih sedikit. Diameter center electrode adalah mulai dari 0.6 mm hingga 0.8 mm. Jarak pakai busi platinum dapat mencapai 30.000 Km

Busi Iridium
Busi iridium biasanya digunakan oleh motor besar 150 cc ke atas. Ciri-cirinya, ujung elektroda terbuat dari nikel, dan center electroda terbuat dari iridium alloy, yang berwarna platinum buram. Diameter center electroda antara 0.6 mm hingga 0.8 mm. Jarak pakai busi dapat mencapai 70.000 Km

Busi Racing
Busi racing sudah jelas di pakai untuk para pembalap, hehe. Busi jenis ini harus tahan terhadap kompresi dan temperatur yang tinggi. Jarak pakai bui racing dapat mencapai 30.000 Km. Diameter center electroda seperti jarum yang runcing

Busi Resistor
Busi resistor dipakai untuk melindungi perangkat elektronik seperti speedometer dan alat elektronik lainya pada kendaraan

Catatan :
Kata busi berasal dari bahasa Belanda, "Bougie"

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More